SEMINAR TENTANG PRODUKSI FILM DARI DOSEN POLIKTEKNIK MEDIA KREATIF JAKARTA.
SMK Tamansiswa 1 Jakarta hari ini kedatangan guru spesial. Beliau adalah guru tamu yang merupakan Produser sekaligus Dosen Jurusan Perfilman di Politeknik Media Kreatif, Pak Azril. Acara seminar ini merupakan salah satu program kerja perfilman tiap tahunnya.
Acara dibuka dengan berdoa, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan kata sambutan oleh kepala sekolah SMK Tamansiswa 1 Jakarta, Ibu Sri Kusumawati. Ibu Sri Kusumawati memberikan pesan untuk memanfaatkan apa materi yang diberikan oleh guru tamu dan mendengarkan materi tersebut dengan baik dan seksama.
Setelah itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri, Bapak Yogi Januardi, memberikan kata sambutannya. "Untuk kegiatan ini, ambil ilmunya, karena ilmu ini akan memberikan manfaat bagi kamu di masa depan" ujar beliau.
Setelah kata sambutan, Pak Azril S.SN, M.SN memaparkan materinya tentang jurusan program studi Perfilman. Beliau memulai sesi seminarnya dengan memberikan pertanyaan, "menurut kalian, apa itu industri Kreatif?" Ujar beliau.
Beberapa murid memberikan jawabannya, ada yang menjawab "pemaparan kreativitas seseorang", lalu ada yang menjawab seorang Content Creator. Beliau berkata tentang bagaimana anak Jaman sekarang sudah dimudahkan dengan teknologi yang canggih. "Jaman saya dulu, semua masih susah, analog. Sekarang, semua sudah digital." Kata beliau. "sekarang, orang-orang pada maunya yang instan doang, ya enak sih instan, kayak mie instan gitu, enak kan rasanya?" cakap beliau. "saya sering liat anak-anak muda perfilman sekarang pada males banget buat ikut pra-produksi. Pra produksi memang memerlukan waktu yang cukup lama, lebih baik pra-produksi lama tapi hasil akhir yang bagus daripada pra-produksi cepet tapi hasil akhir yang kurang bagus."Beliau memberikan banyak informasi tentang pekerjaan di perfilman, bagaimana pelajaran perfilman bisa diraih dengan Non Formal. Seperti dengan belajar kursus perfilman, berada di komunitas penggemar film, atau menonton semua genre film. Kita juga harus belajar inovasi dan beradaptasi di dunia perfilman. "ada satu hal yang kalian enggak boleh langgar, jangan baper!" perkataan beliau diiringi beberapa tawa murid. "kita semua punya pendapat, tapi juga harus saling menghargai sesama. jangan cuma karena kritikan divisi lain, malah jadi ngambek dan gamau ikut produksi."
Beliau juga berkata bahwa belajar perfilman harus belajar dengan benar dan berkeyakinan penuh atas apa yang akan dipelajari. "sekalinya nyebur kecebur sekalian!" kata beliau saat menyampaikan materinya. "Gausah takut berkarya, gausah takut nganggur, banyak salurannya untuk kalian bekerja." Etika orang juga sangat diperlukan dalam keadaan produksi film, jika seseorang punya skill yang tinggi, tapi tidak punya attitude, orang itu tidak akan dipekerjakan dalam Industri Film.
Terakhir, beliau juga memberikan paparan mengenai persaingan jurusan perfilman SMK Tamansiswa 1 Jakarta, dengan beberapa SMK yang mempunyai jurusan Perfilman. "Elemen-elemen storytelling dan teknis perlu dikembangkan lagi, banyak aspek untuk membuat karya yang lebih baik." Pesan beliau.
Saat sesi tanya jawab, kami bertanya tentang keadaan Perfilman Indonesia yang sudah bisa dikatakan "Go-Internasional" seperti beberapa production house luar negeri yang sudah pada berminat untuk mendistribusikan atau memberikan pendanaan pada sineas-sineas indonesia, dan bagaimana para sineas muda yang ingin memulai karirnya bisa beradaptasi dengan keadaan Go-Internasional ini?Beliau menjawab "sineas-sineas muda itu perlu dikasih ruang untuk berkreasi sesuai dengan kreativitas mereka, kalau pitching ide juga harus bener, supaya orang orang punya duit mau danain filmnya. Intinya sih, kalo pendanaan produksi pasti ada, tinggal butuh niat dan dedikasi yang tinggi aja."
Penulis - Jonathan Gior Mewo



.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar