LAUNCHING WEB SERIES "AKU BUKAN PILIHAN" DI POLITEKNIK TEMPO


Jakarta, Kamis (26/9/2024)

Politeknik Tempo hari ini, meluncurkan web series produksi pertamanya, Aku Bukan Pilihan (ABP). Film Seri karya civitas academica Politeknik Tempo ini diharapkan dapat memberikan inspirasi tentang makna keberagaman dan rekonsiliasi pasca-pemilu. 


 Aku Bukan Pilihan adalah sebuah Film yang lolos seleksi program dana padanan (matching fund) Kedaireka dari kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tim produksi APB harus menyusun proposal yang komprehensif dan inovatif sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Kedaireka. "Proses ini sangat kompetitif mengingat kualitas proposal dituntut sebaik mungkin, dan saingan kami dari berbagai institusi akademis dan kreatif lainnya," ucap Rizki Ayu Budipratiwi, Ketua Tim Pengusul Program Kedaireka Produksi Media Politeknik Tempo, sekaligus produser APB.

Sutradara sekaligus Penulis Naskah, Muhammad Nur Hidayat, adalah dosen Produksi Media Politeknik Tempo, yang telah mempunyai pengalaman puluhan tahun sebagai sineas. Nur mengatakan, ide dari usulan film "Aku Bukan Pilihan" ini adalah kondisi terakhir di Tanah Air yang banyak perpecahan setelah pilkada maupun pilpres.

Meski tema film terkesan berat, target dari film APB adalah generasi Gen Z. Politeknik Tempo yakin, dengan melibatkan mahasiswa sebagai kru, pemeran, dan publikasi promosi tim APB, target penonton Gen Z akan tercapai. "Karena tim produksi dan audience sama-sama Gen Z" kata Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo sekaligus pengarah produksi ini dengan optimis.

Salah satu pemeran utama dalam Aku Bukan Pilihan bahkan dipercayakan kepada Cintia Carla Ardian, mahasiswi produksi semester 3. Cintia berperan sebagai Lala, yang harus beradu akting dengan artis Ahmad Pule yang sudah malang melintang lebih 10 tahun di industri perfilman.

Selain Ahmad Pule, ada juga aktor senior yang juga menjadi salah satu daya tarik utama di "Aku Bukan Pilihan". Dalam APB, Heri berperan sebagai Rendy, pengusaha sebagai ayah Lala.

Selain pemain, pengisi lagu tema (Soundtrack) juga dibuat oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tempo Music Camp (TMC). Maurra dan Faruq, dua pengisi musik utama mengungkapkan, salah satu aspek terpenting dari soundtrack ini adalah menonjolkan emosi yang mendalam. "Kami ingin lagu ini mencerminkan rasa putus asa yang dirasakan dalam cerita. Liriknya menggambarkan keresahan yang berkembang sepanjang hari—dari pagi hingga malam, mencerminkan blusukan yang membuat warga resah," tutur Maurra. 


Web Series "Aku Bukan Pilihan" dikerjakan dengan penuh perjuangan dan keterbatasan karena merupakan hal baru bagi perguruan tinggi dan mahasiswa. Namun, tayangan ini dinilai sebagai terobosan baru sebagai produk kreatif yang dihasilkan perguruan tinggi. Harapan tim produksi, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga banyak memberikan pencerahan bagi penonton, terutama generasi muda.

Web series ABP yang merupakan produksi bersama antara Politeknik Tempo dan rumah produksi Esa Film Production dijadwalkan segera tayang di Genflix, akhir September 2024.

Komentar

Postingan Populer