MENGINGAT KEMBALI KEBUDAYA KETAMANSISWAAN
MEDIA PERFILMAN, Jakarta - 30/11 Ketamansiswaan melakukan
suatu kegiatan seminar tahunan yang di lakukan oleh perguruan
Tamansiswa Cabang Jakarta untuk
mengingatkan kembali kepada semua tenaga pendidikan
perguruan
Tamansiswa. Kegiatan Penguatan
Pendidikan Ketamansiswaan berjalan dengan tertib dan tetap memperhatikan
protokol kesehatan untuk mencegah wabah yang melanda negara kita ini.
Acara ini di buka dengan bersama sama menyanyaikan lagu
Indonesia Raya, Lagu Tamansiswa, dan Mengheningkan cipta.
Acara ini di hadiri oleh seluruh anggota Majelis
Cabang Perguruan Jakarta, pamong Taman Karya Madya Ekonomi (TKME), dan juga di hadiri salah satu Cabang Jakarta Taman Indria (TK).
Pembicara pertaman di buka oleh KI Hendro Widodo tentang budaya Tamansiswa.
“Budaya Tamansiswa jika bertemu dengan Bapak/Ibu guru di
sekolah yaitu Pamong”.
Pembicara kedua di buka oleh Ki Sugeng Pramono yang membicarakan tentang
teori SBII. SBII singkatan yang di buat oleh Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
yaitu. Sifat, Bentuk, Isi, dan Irama. Selalin SBII Ketua Cabang Jakarta juga memberitahukan kepada semua pamong
yang hadir dalam acara ini tentang Hidup Merdeka ada dua poin yang di bahas
dalam kegiatan ini, Lepas Ing Prangreh dan Kuwat Kuwasa Mendireng Priyangga.
Pembicara ketiga sekaligus sebagai penutup acara ini disampaikan oleh Ki Saur Panjaitan XIII. Sebuah kilas balik sejarah Ki Hadjar Dewantara yang berpusat di Jogjakarta. “Tamansiswa harus melakukan sebuah perubahan di teknologi 4.0 ini” Ujar beliau.
Tidak hanya itu Panitra Umum Perguruan Tamansiswa juga
membicarakan sebuah nilai-nilai Luhur Tamansiswa yang di wariskan Ki Hadjar Dewantara dan Nyi Hadjar
yang masih relevan dengan kehidupan saat ini
tentang sebuah tertib, Salam dan Bahagia dan Asas Trikon Ki Hadjar
Dewantara.


Komentar
Posting Komentar